Banyaknya Orang yang Menginginkan Kematian karena beratnya penderitaan .button1{display: inline-block;padding: 6px 20px;margin: 15px 0 10px 0;border: 1px solid #ddd;font-size: 13px;color: #414141;border-radius: 30px;cursor: pointer;transition: all 0.3s ease} .button1:hover{background: linear-gradient(to right, #5b86e5, #36d1dc);border-color: #5b86e5;color: #fff}

Banyaknya Orang yang Menginginkan Kematian karena beratnya penderitaan

Rabu, 15 September 2021


Rasullullah bersabda:

“Kiamat tidak terjadi sehinggga seorang laki-laki berlalu dihadapan kuburan orang lain,lantas mengatakan:”Duhai,andaikata aku menggantikan posisinya.”

 

Riwayat serupa juga menyembutkan:”Demi dzat yang jiwaku di tangan-nya.tidak akan musnah sehingga ada seorang laki-laki berlalu dikuburan orang lain,lantas berguling-guling diatas tanahnya dan mengatakan:”Duhai,andaikata aku menggantikan posisi penghuni kuburan ini!”,padahal ia sama sekali tidak memiliki agama semata-mata karena cobaan.”

 

Sedemikian berat kehidupan mereka, maka kebanyakan memilih kematian daripada kehidupan.Inilah fenomena yang hari ini kita saksikan.Banyak orang melakukan bunuh diri dengan berbagai cara,yang itu disebabkan oleh himpitan ekonomi dan beratnya penderitaan hidup.Mereka lebih suka memilih kematian karena dianggap jalan keluar yang paling cepat untuk menyelasaikan semua problem dan beban hidupnya.

 

Satu fenomena yang sangat mengerikan adalah apa yang menimpa dinegeri ini.Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan banyaknya tindakan bunuh diri yang dilakukan masyarkat sekitar kita.Ada mahasiswa tidak kuat skripsi akhirnya bunuh diri.Ada kisah juga tidak kuat membayar spp akhirnya bunuh diri dan lain sebagainya.